|
Monday, May 03, 2004 |
| |
Dalam Pergulatan Mencari Pembeda
Kebekuan pikir, kebekuan kehendak telah melumuri sebagian hati, sebagian jiwa. Apakah ini yang disebut dengan kebosanan? Apakah ini bagian dari kejenuhan? Kemudian jawaban apapun akan sama, apapun itu yang menjadi solusi akan bernada dan berwarna sama! Kemana aku akan pergi, ketika satu-satunya tempat aku berpijak adalah bumi ini. Jadi alasan apalagi yang harus aku dengungkan sambil berdiri dengan keangkuhan sambil berkata "inilah kehidupan!".
Dengan bodoh aku akan berkata, bahwa hidup akan lebih indah dengan banyak warna, bukan satu macam diantaranya, dan satu hal yang aku lupa, warna ini adalah karakter pembimbingku menuju nasib dan keberuntunganku. Jadi untuk apa aku tandaskan kembali untuk kemudian terperosok ke dalam lubang yang sama.
Marilah, bersama hati dan bersama jiwa, marilah kita pahami, dalam sebening-beningnya pikir, setulus-tulusnya hati.
|
| |
|
Thursday, April 01, 2004 |
| |
Perpendaran Energi dalam Dunia Kecil
Ketika saya berada dalam sebuah kelompok kecil terdiri dari dua atau tiga orang, itu adalah dunia kecil saya. Apapun yang terjadi di dalamnya adalah karena jalinan emosional dan sinergi energi dari tiap-tiap individu, sekalipun tiap-tiap individu juga memiliki dunia kecil miliknya. Saya memiliki dunia kecil yang terdiri dari saya sendiri sebagai peran utama, dan beberapa kehadiran yang saya sebut sebagai peran pendukung atau figuran. Aktor-aktor di dalamnya saya terima dalam persepsi sesuai dengan mekanisme skenario yang saya ciptakan berdasarkan transaksi yang terjadi saat itu, dan spontan dalam aliran, mengalir begitu saja. Setiap interupsi yang mungkin akan menjadi bagian dari percabangan skenario yang baru.
Dunia Kecil dalam Pribadi
Pribadi adalah sungguh-sungguh sebagai dunia kecil, walaupun belum atomik, yang menjadi dasar konsep perenungan diri. Transaksi yang terjadi hanyalah antara aku dan AKU. AKU sebagai super ego dan aku yang menjalani kehidupan fana ini. Percakapan yang terjadi bersifat lebih kepada proses bercermin dan konsolidasi hukum yang paling dasar, yang tertanam sejak individu tersebut dilahirkan.
Energi apa yang dihasilkan dari dunia kecil ini? Energi ini muncul dalam berbagai bentuk manifestasi yang wajar dan luar biasa.
Ketika ketika kita melakukan suatu kesalahan, misalnya, kondisi apa yang pasti akan kita alami? Merasa bersalah, jelas, itulah energi yang telah merubah bentuk dirinya menjadi gejala psikologis, wajar tapi ini luar biasa.
Ketika anda menjadi bersemangat terhadap sesuatu, menjadi demikian posesif, menjadi begitu tendensius terhadap suatu hal. Inilah energi yang dihasilkan dari transaksi dunia kecil antara aku dan AKU.
Dunia Kecil dalam Kelompok Individu
Dunia kecil dalam pribadi ini suatu saat harus berkorelasi dengan dunia kecil pribadi yang lain, dan membentuk semacam jaringan emosional, yang bisa jadi kompleks, bisa jadi sederhana. Perilaku yang dihasilkan bisa bersifat individu dan kolektif.
Mungkin anda pernah membaca bagaimana psikologi massa. Perilaku yang dihasilkan dari transaksi emosional dunia kecil pribadi yang tergabung dalam kolektifitas dunia kecil sebuah kelompok, bahkan massa.
Contoh sederhana adalah bagaimana perilaku massa yang tergabung dalam sebuah kampanye suatu parpol dalam pemilu. Perilaku individu yang dilakukan pada kelompok massa tersebut akan terjadi begitu saja, atau spontan, karena aliran transaksi yang terjadi dalam kelompok massa tersebut. Coba bagaimana apabila perilaku individu dalam kelompok massa tersebut dilakukan secara sendiri-sendiri, dalam kondisi dimana individu tidak tergabung dalam kelompok massa tersebut? Akan terasa janggal bukan?
Sinergitas dan Konvergensi
Keterpaduan energi adalah wujud dari kesepakatan yang dihasilkan dari transaksi antar aku dan AKU dalam individu dan atau individu dengan individu dalam kelompok dan atau kelompok dengan kelompok (misalnya, berkaitan dengan perilaku personal dalam organisasi). Energi yang berpendar dari sinergitas itulah yang menjadi input atau output seorang individu atau suatu kelompok.
Dan secara periodik perpendaran energi tersebut akan meliputi banyak hal yang secara siklus mempengaruhi psikologis lingkungannya.
|
| |
|
Wednesday, March 31, 2004 |
| |
Waktu dan Proses Pengenalan Diri
Apa yang dapat kita perbuat dengan waktu? Apakah kita bisa hidup tanpa dinaungi waktu? Apakah kita bisa memilih untuk hidup tanpa waktu? Tulisan ini sedikit mengenai proses pengenalan diri dan kaitannya dengan waktu.
Big Bang!
Percaya atau tidak, bahwa waktu adalah awal mulai dari jagat raya ini mengada. Big bang adalah peristiwa yang mengawali semua kejadian dari jagat raya ini, dan big bang adalah waktu yang berkehendak.
Awalnya adalah zat padat, yang sering disebut sebagai anti materi, yang mengalami proses pengenalan diri, sehingga memaksa untuk saling berbeda kutub, positif dan negatif dan terjadi ledakan spontan. Semua adalah proses dalam waktu. Ledakan paling dahsyat yang pernah terjadi di alam semesta ini.
Dan kembali dalam waktu, ledakan tersebut telah memberikan sebuah kesempatan, untuk dimensi waktu dan dimensi ruang mengada. Lokasi dimensi tersebut adalah di sebuah INTERSECTION antara dua kutub yang berbeda dari proses pengenalan diri.
Waktu dan Alam
Alam mengalami proses pengenalan diri seperti telah diturunkan dari pendahulunya, yang telah menciptakan keberadaannya. Dan sungguh alam adalah makhluk yang sabar terhadap waktu, karena itu identik sekali alam dan waktu. Bagaimana perputaran angin, bagaimana pergantian musim, adalah dalam waktu, dan itu pasti.
Apakah kita juga mampu bersahabat dengan waktu seperti alam bersahabat dengan waktu? Tentu saja bisa. Akan tetapi ini akan menjadi eksplorasi yang jauh dengan tinjauan historis empiris. Bagaimana sejarah manusia dan sejarah pemikirannya telah mewariskan berbagai macam ilmu pengetahuan dan sekaligus inheritance yang menghancurkan manusia itu sendiri.
Alam dengan patuh terhadap waktu menyediakan semua resource untuk kebutuhan manusia, dan sejarah membuktikan bahwa bukan hanya basic needs, tapi juga extended needs. Berbagai macam sumber alam dikeruk dari perut bumi untuk memenuhi perut setiap individu manusia yang hidup berlenggang-kangkung di atasnya. Sampai kapan alam akan bersabar, dan waktu yang akan berbicara!
Waktu dan Hidup
Living in harmony is recognizing what this life can be. Kenapa bisa demikian? Karena kembali dalam waktu adalah kesabaran. Bagaimana kita bisa sabar terhadap waktu adalah bagaimana waktu akan bersabar terhadap kita. Sungguh proses yang demikian akan mencurahkan semua energi dan konsentrasi hidup kita, akan tetapi tidak sesulit yang dibayangkan apabila "dalam waktu" segala sesuatunya telah berjalan dengan teratur.
Waktu dan Manusia
Manusia lahir dalam keadaan bersih, ibarat disket belum format. Proses pembentukan akan berjalan seharmoni dan senada dengan alam sekitarnya dan itu akan berlangsung terus sampai dia kembali kepada tanah. Dan interaksi akan selalu terjadi dengan alam sekitarnya, karena itu adalah proses pengenalan diri. Semua manusia mengalami proses interaksi dengan alam, dan semua ini terselenggara karena waktu. Waktu lah menyediakan sarana dan prasarana untuk proses tersebut.
|
| |
|
Wednesday, March 24, 2004 |
| |
Berproses atau Memilih Jalan Pintas
Saat ini semakin mudah dijumpai berbagai macam produk atau jasa yang dapat dinikmati saat itu juga, atau paling tidak, tidak memerlukan proses yang lebih lama untuk segera menikmatinya. Kita sebut sebagai INSTAN. Banyak sekali produk yang menggunakan paradigma INSTAN ini, misalnya: mi instan, kopi instan, bahkan nasi goreng yang instan. Berikut ini adalah sekelumit tentang perkembangan dunia global yang menuju titik balik dari kemajuan teknologi.
Kemajuan Teknologi dan Humanisme
Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kemajuan teknologi. Salah satu yang paling mendapat sorotan tajam, walaupun penciptanya mendapatkan hadiah atau penghargaan, adalah cloning. Dimana proses regenerasi alami secara genetis digantikan dengan rekayasa DNA. Sehingga memungkinkan menciptakan individu baru sama persis seperti objek parentnya. Seandainya yang dilakukan proses cloning adalah manusia, bagaimana masa depan makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini?
Implant, adalah rekayasa teknologi digital dengan menanamkan chip atau perangkat microelektronik ke dalam tubuh manusia atau hewan. Hal ini sangat mungkin karena seorang profesor telah melakukan uji coba dengan memasang perangkat microelektronik ke pergelangan tangannya untuk merekam data-data biologis. Mungkinkah bila otak manusia dibantu dengan pemasangan perangkat microelektronik untuk membantu kerja otak? Mungkin atau tidak, karena riset telah dilakukan dengan memakai otak siput untuk membuat sebuah microprosesor.
Dunia Lain
Entah cloning atau implant itu adalah sisi dari kemajuan teknologi yang sangat pesat bahkan dalam hitungan detik, akhirnya kita bisa melihat sketsa kemajuan teknologi di dunia ini demikian jelas, khususnya di Amerika. Kenapa Amerika?
Amerika adalah negara adi kuasa yang menjadi pemimpin global dari mekanisme politik, ekonomi, teknologi, budaya, dan lain sebagainya. Jalinan mekanisme ini membentuk negara tersebut menjadi pusat acuan berbagai macam kegiatan. Selain karena glamour teknologinya juga sebagai merupakan trendsetter.
Ternyata ada sekolompok orang, di Amerika, yang jenuh dengan itu semua. What the hell about this technology! Latar belakang orang-orang tersebut sangat bervariasi mengapa mereka membenci teknologi.
Negasi Manusia Modern
Ternyata sebagian masyarakat Amerika menyadari dampak negatif dari sebuah kemajuan teknologi. Beberapa contoh misalnya, televisi telah menyita waktu sebuah keluarga dan mengakibatkan kurangnya komunikasi, televisi memberikan berita-berita yang seringkali berlebihan dan cocok untuk konsumsi publik, seorang programmer menghabiskan waktunya di depan laptop sehingga anak dan istrinya terbengkalai, sekolah online menghilangkan interaksi psikologis antara pengajar dan objeknya, dan masih banyak lagi yang lain.
Akibatnya banyak bermunculan keresahan di masyarakat. Dan ternyata hal ini terjadi secara global, tidak hanya di Amerika, salah satunya di Indonesia. Akhirnya terjadi keresahan global.
Serba Cepat
Keresahan global, ditambah lagi dengan tuntutan kehidupan manusia modern, segalanya berjalan dan harus didapat dengan cepat. Manusia menjadi tidak kreatif. Ketika suatu kebutuhan harus disederhanakan karena menuntut kecepatan. Ketika segala sesuatu mudah didapat hanya dengan klik pada mouse atau menekan handset, dimana interaksi anda dengan orang lain?
Semua harus cepat, ketika informasi bisa didapat di depan layar monitor dalam hitungan detik. Anda pun harus bergerak cepat supaya tidak kehilangan peluang. Serba cepat!
New Age dan Titik Balik
Rupanya masyarakat post-modern telah mengalami puncak dari sebuah resesi, sehingga memaksa diri untuk berpijak pada titik balik dan beralih kepada hal-hal yang bagi kita mungkin sangat mudah didapat dan tidak masuk akal.
Aliran spiritualisme yang orientalis banyak digemari, karena mudah, cepat dan INSTAN.
Kembali Ke Rumah
Bagaimana dengan kita disini? Apa yang akan kita alami di masa mendatang dengan kemajuan teknologi yang baru saja mengintip kita? Apakah kita juga menyukai yang serba cepat dan instan? Apakah kita yakin dengan proses yang kita alami, sementara di dunia lain telah mengalami titik balik? [bersambung]
|
| |
|
Thursday, March 18, 2004 |
| |
Skala Prioritas dan Manajemen Waktu
Tidak jarang seseorang yang benar-benar mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga tapi tidak memiliki kesempatan waktu yang cukup untuk meluangkan saat-saat bersama keluarganya. Ini adalah permasalahan waktu, bagaimana anda memanfaatkan waktu adalah bagaimana anda mencapai sukses di karir dan di keluarga.
Hal ini saya alami sendiri, ketika beban pekerjaan sudah overload atau melebihi porsi yang mampu saya kerjakan, satu persatu permasalahan timbul. Diawali dengan penjadwalan yang mulai tidak tepat pada waktunya, kemudian beberapa pekerjaan out of due date atau melebihi dari delivery date, sehingga mengakibatkan terbengkalai beberapa pekerjaan yang lain. Dan ini mempengaruhi psikologis saya ketika pulang dari kantor, hidup serasa tidak tenang, there's something to be done quickly, but I don't know where to start?
Sebuah Cerita
Sebuah kegiatan training untuk materi manajemen waktu, seorang tentor memberikan ilustrasi berupa sebuah simulasi untuk memberikan gambaran singkat untuk materi yang akan disampaikan. Tentor meletakkan sebuah toples dari kaca yang lumayan besar dan dia telah menyiapkan beberapa peralatan lain yang mendukung. Lalu dia berkata, "Disini terdapat batu, kerikil, pasir, air, menurut anda, yang mana yang sebaiknya terlebih dulu saya masukkan kedalam toples?". Anda mau ikut menjawab? Kira-kira apa jawaban anda?
Mana yang Lebih Penting
Dalam hidup ini, banyak sekali kegiatan, baik yang bersifat rutinitas atau yang insidensiil atau spontan, ada yang baik sekali anda kerjakan dan ada yang tidak anda kerjakan bukan menjadi masalah. Anda harus mampu menentukan mana yang penting dan mana yang tidak penting, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu, mana yang segera dan mana yang bisa ditunda.
Kalau anda menjawab batu dari pertanyaan tentor diatas, anda telah mengambil satu langkah di batu pijakan pertama menuju tercapainya harmonisasi kehidupan anda. Kemudian berturut-turut tentor tersebut memasukkan kerikil, dan toples ternyata masih bisa diisi lagi dengan pasir, dan terakhir adalah air.
Dari yang Besar kemudian yang Kecil
Dahulukan tujuan hidup anda yang utama, keluarga anda, itu yang terpenting, kemudian pekerjaan anda, setelah itu kebutuhan-kebutuhan anda yang bersifat sementara atau bukan sesuatu yang sangat perlu. Karena apabila anda mendahulukan kebutuhan-kebutuhan yang tidak terlalu diperlukan, maka anda tidak akan pernah bisa mengerjakan kepentingan atau kebutuhan yang utama.
|
| |
|
|